Thursday, 19 March 2015

Adik yang malang (Farah dina khansa)


 

      Naura namanya dia adalah anak ke dua dari dua bersaudara sekarang dia duduk dibangku 2 smp. Dia mempunyai kakak bernama iqbal yang sekarang duduk dibangku 3 sma. Sehari-harinya di rumah ia selalu berantem dengan kakak nya yang menurutnya sangat menyebalkan itu. Sekarang waktunya liburan telah tiba. “tahun ini tidak pergi kemana-mana.. ayah dan ibu pun masih sibuk bekerja tinggal sisalah aku dan mas iqbal di rumah ini ohh naura yang malang”. Lalu terdengar suara dari luar “de.. cepetan pake kerudung keluar ayah nelfon minta di beliin beras satu kilo naik sepedah cepetan” ih malas banget jam 12 siang di suruh naik sepeda beli beras satu kilo lagi kan pasti berat gerutu naura dalam hati. Lalu naura pun mulai mengayuh sepedah nya menuju indomaret yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Saat sampai di depan indomaret “hoh..hoh..  cape banget mana belum dzuhur” tiba-tiba terdengar suara motor xeon yang terdengar familiar di kuping naura dan dalam sekejak motor itu sudah terparkir di sebelah naura “woii.. de.. ngapain lo di sini yang disuruh ayah itu mas iqbal bukan lo mana mungkin naik sepeda bawa beras sekilo bias-bisa jatuh lo di jalan hahahahaha…” “ihh keselin banget si mas nyebelin lo jadi orang” “lo siapa suruh langsung ngeluyur pergi belum juga sempet bilang emang lo nggak bisa mikir apa gunain dong otaknya mikir makannya de..de..” naura pun medengus kesal lau kembali mengayuh sepedanya menuju rumah.

 

    Sekarang hari jum’at berarti besok sabtu bisa jalan gumam naura dalam hati “main laptop ahh mas Iqbal lagi pergi nggak ada yang ganggu” tak berapa lama kemudian mas Iqbal pulang dan langsung masuk ke dalam kamar lalu ia keluar dan memukul kepalaku dengan keras mas Iqbal pun mematikan wifi dan laptopku  aku pun spontan memukul tanganmas Iqbal “apaasihh.. mas ganggu  aja udah ada hp gak usah ganggu ade main laptop ahh.. geselin ishh nyebelin banget sih loh jadi kakak pergia aja sono “ “gak usah marah-marah santai aja” akupun langsung pergi masuk ke kamar dan menonton tv. Waktu menunjukan pukul 3 sore ayah pun pulang ke umah waktunya jemput ibu ke Jakarta. Selama perjalanan di mobil ia duduk di depan sama ayah sementar aku duduk di belakang sambil nonton film di laptop lalu ia tiba-tiba pindah ke belakang “ngapain mas” “nggak-nggak ngapa-ngapain” lalu ia pun mematikan laptop dan sengaja menjatuhkan laptopku ke bawah sampai frame laptopnya copot “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………. Mas iqballl nyebelin banget sih lo jadi orang”

 

      Ayah pun kaget “ehh.. ada apa jangan rebut-ribut di mobil ayah jadi hilang konsentrasi” kata ayah. “nggak ngapa-ngapain kok yah ade nya aja yang lebai pake teriak-teriak segala” kata mas Iqbal dengan wajah ngeledeknya “enggak orang mas Iqbal juga yang ngajak ribut masa laptop ade di jatuhin” “ehh.. mas Iqbal kok bercandannya berlebihan sih.. ade ada yang rusak nggak?” kata ayah “ini nya yah frame nya copot, awas ya lo mas sampe nggak bener ni laptop mas Iqbal harus gantiin pake uang jajan sendiri biarin aja lo nggak jajan setahun ishhh… nyebelinnn ngeselinnn” kataku seraya melotot dan memeletkan lidah “hahaahahahhahahaha… nggak usah marah-marah ade santai dong santai aja” kata mas Iqbal dengan nada dan gaya bicara yang ngeledek. Lalu ayah membelokan mobilnya ibu pun masuk kedalam mobil “ada apa nak kok ribut-ribut” lalu ayah pun menjelaskan yang barusan terjadi, lalu aku menambahkan dengan kejadian yang lainnya lalu ibu pun memarahi mas Iqbal dan menyuruhnya memintamaaf “de mas iqbal minta maaf ya” katanya dengan nada sok manis.”cium dong ade nya mas Iqbal” kata ibu, lalu ia menarik leherku spontan aku berteriak “aaaaaaaaaa… nggak mau mas jangan” lalu aku tak sengaja  mencakar tangan nya sampai berdarah. Lalu ia pun teriak teriak kesakitan “lebay lu mas cowo gitu doing teriak teriak” “bukannya minta maaf lu malah ngatain” “iya iya sorry sorry” “de kamu tuh jangan gitu masa dicium kakak sendiri nggak mau sih” kata ibu menegurku “nggak ade nggak mau pokoknya dae cuman mau di cium sama ibu kataku “yasudah-yasudah sekarang salin minta maaf”’ kata ayahku

Lalu aku dan kakaku saling meminta maaf.

 

Lumba-lumba Penyelamat


Lumba-lumba Penyelamat

Lambo, adalah lumba-lumba yang hidup di laut Atlantis. Dia tidak terlalu dikenal oleh binatang lain disana, karena dia agak pemalu dan lebih senang bersama kawanannya. Lambo mempunyai teman-teman yang sangat prihatin kepadanya, karena dia adalah yang terkecil dan termuda. Pemimpin kawanan Lambo adalah Lumping,lumba-lumba yang paling senior.

Suatu hari, Lambo sedang berenang di laut yang disinari matahari yang indah. Dia mendengar suara tangisan di kejauhan, tangisan itu membuatnya heran dan dia berpikir “itu tangisan apa yah.. aku ingin mengeceknya.. tapi aku akan memanggil lumping dan kawan-kawan ah” Lambo memanggil Lumping dan yang lain. “eh aku tadi mendengar tangisan, ayo kita lihat.. siapatau kita bisa membantunya” “ok, kita harus membantunya jika dia kena musibah”

Lambo dan kawanannya pun pergi untuk melihat apa yang membuat binatang itu menangis. Ternyata tangisan itu lebih jauh dari yang mereka duga. Karena terlalu jauh, Lumping berkata “ayo kita berburu ikan kecil dulu, biar ga kelaparan di jalan” dan mereka pun melakukan perburuan kecil sampai kenyang.

Setelah itu, mereka melanjutkan pencarian sumber tangisan itu. Setelah agak lama mereka mendengar suara gemuruh yang dahsyat di kejauhan. Lambo berkata “jangan-jangan itu suara badai di depan?” “mungkin, tapi kita tidak boleh pantang mundur dulu sebelum sampai”.

Saat sampai, mereka terkejut setelah melihat apa yang terjadi.

Ternyata suara tangisan itu datang dari seekor penyu yang terjaring di jaring nelayan dan suara gemuruh itu datang dari perahu yang besar. “apakaahh.. itu penyu?” ujar Lambo “iya, tapi dia terikat jaring pemancing.. itu terlalu berbahaya buat mu Lambo” jawab Lumping. Sebelum dia selesai berkata, Lambo telah meluncur kedepan untuk menyelamatkan penyu yang malang itu. Tanpa ragu-ragu yang lain pun datang “ayo,lepaskan dia dari jaring itu sebelum terlambat” teriak semuanya.

Lambo yang kecil berhasil untuk manyelip kedalam jaring dan berkata kepada si penyu “gapapa.. jangan takut, kamu akan selamat” teman-teman Lambo pun pada mencoba dengan sangat keras untuk memotong jaring-jaring yang tebal. Setelah mencoba dengan tenaga apa pun yang dapat dikerahkan, mereka berhasil memotong satu demi satu jaringnya.

Tetapi, tiba-tiba jaring ditarik oleh kapal sementara Lambo dan penyu masih terperangkap didalam. Kawan-kawannya berusaha keras untuk memutuskan tali jaring. Saat kondisi mereka sangat putus asa, tali jaring terputus karena beban yang sangat berat. Penyu dan Lambo pun selamat.

Semua kawannya bersorak gembira dan memuji Lambo atas keberaniannya.

THE END

 

Lambo, adalah lumba-lumba yang hidup di laut Atlantis. Dia tidak terlalu dikenal oleh binatang lain disana, karena dia agak pemalu dan lebih senang bersama kawanannya. Lambo mempunyai teman-teman yang sangat prihatin kepadanya, karena dia adalah yang terkecil dan termuda. Pemimpin kawanan Lambo adalah Lumping,lumba-lumba yang paling senior.

Suatu hari, Lambo sedang berenang di laut yang disinari matahari yang indah. Dia mendengar suara tangisan di kejauhan, tangisan itu membuatnya heran dan dia berpikir “itu tangisan apa yah.. aku ingin mengeceknya.. tapi aku akan memanggil lumping dan kawan-kawan ah” Lambo memanggil Lumping dan yang lain. “eh aku tadi mendengar tangisan, ayo kita lihat.. siapatau kita bisa membantunya” “ok, kita harus membantunya jika dia kena musibah”

Lambo dan kawanannya pun pergi untuk melihat apa yang membuat binatang itu menangis. Ternyata tangisan itu lebih jauh dari yang mereka duga. Karena terlalu jauh, Lumping berkata “ayo kita berburu ikan kecil dulu, biar ga kelaparan di jalan” dan mereka pun melakukan perburuan kecil sampai kenyang.

Setelah itu, mereka melanjutkan pencarian sumber tangisan itu. Setelah agak lama mereka mendengar suara gemuruh yang dahsyat di kejauhan. Lambo berkata “jangan-jangan itu suara badai di depan?” “mungkin, tapi kita tidak boleh pantang mundur dulu sebelum sampai”.

Saat sampai, mereka terkejut setelah melihat apa yang terjadi.

Ternyata suara tangisan itu datang dari seekor penyu yang terjaring di jaring nelayan dan suara gemuruh itu datang dari perahu yang besar. “apakaahh.. itu penyu?” ujar Lambo “iya, tapi dia terikat jaring pemancing.. itu terlalu berbahaya buat mu Lambo” jawab Lumping. Sebelum dia selesai berkata, Lambo telah meluncur kedepan untuk menyelamatkan penyu yang malang itu. Tanpa ragu-ragu yang lain pun datang “ayo,lepaskan dia dari jaring itu sebelum terlambat” teriak semuanya.

Lambo yang kecil berhasil untuk manyelip kedalam jaring dan berkata kepada si penyu “gapapa.. jangan takut, kamu akan selamat” teman-teman Lambo pun pada mencoba dengan sangat keras untuk memotong jaring-jaring yang tebal. Setelah mencoba dengan tenaga apa pun yang dapat dikerahkan, mereka berhasil memotong satu demi satu jaringnya.

Tetapi, tiba-tiba jaring ditarik oleh kapal sementara Lambo dan penyu masih terperangkap didalam. Kawan-kawannya berusaha keras untuk memutuskan tali jaring. Saat kondisi mereka sangat putus asa, tali jaring terputus karena beban yang sangat berat. Penyu dan Lambo pun selamat.

Semua kawannya bersorak gembira dan memuji Lambo atas keberaniannya.

THE END

Kucing dan tikus tua yang berpengalaman


Kucing dan tikus tua yang berpengalaman

 

Di suatu masa, ada seekor kucing yang sangat awas, sigap , ia juga merupakan kucing yang begitu cerdas sehingga tikus-tikus takut keluar dari sarangnya karena takut dimangsa oleh sang Kucing. Kucing tersebut selalu siap dengan cakarnya yang panjang dan runcing, siap untuk menerkam. Akhirnya tikus-tikus tersebut tidak berani berkeliaran terlalu jauh dari sarang mereka, sehingga sang Kucing harus menggunakan akalnya untuk menangkap mereka. Suatu hari sang Kucing melihat tinta berwarna merah dan sengaja menumpahka tinta tersebut ke badannya sang kucing pun tertawa terbahak-bahak “hahaha… kali ini aku pasti akan mendapatkan tikus-tikus itu” lalu ia naik ke atas rak dan menggantungkan dirinya dengan satu kakinya pada tali, dengan kepala menghadap ke bawah, seolah-olah ia telah mati

Saat tikus-tikus melihat sang kucing dengan posisi seperti itu dan badannya sudah dilumuri oleh darah para tikus pun bersorak gembira, mereka menyangka bahwa sang Kucing di gantung seperti itu karena melakukan kesalahan., mereka akhirnya melompat keluar dari sarang dan menari-nari dengan gembira untuk merayakan kebebasan mereka.

Saat itulah sang Kucing tiba-tiba melepaskan pegangannya pada tali, dan sebelum tikus-tikus tersebut sadar, sang Kucing telah menangkap tiga sampai empat ekor tikus.

Sekarang tikus-tikus makin berhati-hati. Tetapi sang Kucing yang selalu ingin menangkap tikus, membuat tipuan yang lain. Mengguling-gulingkan tubuhnya ke tempat terigu hingga tubuhnya tertutup sepenuhnya oleh terigu, lalu sang Kucing berbaring diam-diam dengan satu mata terbuka.

Yakin bahwa keadaan aman, tikus-tikus mulai keluar kembali dari sarang. Saat sang Kucing yang berbaring diam, telah siap-siap untuk menerkam tikus-tikus tersebut,  seekor tikus tua yang berpengalaman dengan tipuan sang Kucing, dan pernah kehilangan ekornya akibat kecerobohannya di masa muda, berdiri sambil menjaga jarak di dekat sarang mereka.

"Hati-hati!" teriaknya. "Mungkin terigu itu kelihatan seperti tumpukan makanan yang lezat, tetapi sepertinya itu adalah tipuan dari sang Kucing. Apapun itu, lebih baik kalian semua berhati-hati dan menjaga jarak aman”